"Carilah dahulu kearajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Matius 6:33

Kamis, 24 Oktober 2013

Website Sinode GKIN


Website Sinode GKIN  merupakan sarana informasi bagi teman-teman di lingkungan GKIN dan mitra pelayanan yang lain. Informasi yang dikemas dalam website sinode GKIN, http://sinodegkin.pusku.com  adalah meliputi informasi tentang kelembagaan sinode GKIN, Badan Pengurus Sinode GKIN atau mejelis sinode, Para Pekerja Sinode GKIN, Gereja Lokal dan Villa GKIN yang digunakan untuk tempat retreat dan meeting sinode GKIN. 
Penting bagi persiapan Konggres 2015 kami tampilkan profil Pekerja Sinode GKIN agar setiap jemaat bisa melihat dan mengenal para calon pengurus sinode GKIN Malang pada saat konggres 2015.
Hal ini dimaksudkan supaya tidak ada lagi istilah seperti memilih kucing dalam karung. istilah itu tidak layak lagi jika ditujukan kepada para pekerja sinode yang notabene nya adalah para pendeta, dan apalagi saat ini pekerja sinode GKIN secara umum memiliki kapasitas untuk memimpin lembaga sinode GKIN. Kunjungilah website sinode GKIN di http://sinodegkin.pusku.com

Minggu, 19 Juni 2011

Pelajaran Dari Sinode Yerusalem

Dasar : Kisah Rasul 15 : 6-18

1. Untuk pertama kalinya para rasul dan penatua mengadakan sinode (sidang bersama) di Yerusalem. Yang menjadi pokok perdebatan adalah apakah orang-orang Kristen yang berasal dari bukan Yahudi masih harus disunat. Rupanya ada beberapa orang dari Yudea datang secara khusus ke Antiokhia (di Turki sekarang) mengajarkan bahwa jika orang Kristen non Yahudi tidak disunat maka mereka tidak diselamatkan. Para pengajar ini berasal dari gereja di Yudea, namun agaknya tidak diutus resmi oleh pimpinan gereja induk Yerusalem. Mereka sendiri pada dasarnya adalah juga orang Kristen dan mengaku keselamatan, pengampunan dosa dan kehidupan baru dalam Yesus. Namun keyakinan mereka mengatakan semua itu diterima oleh orang beriman melalui sunat yang diamanatkan Musa. Hal itu tentu saja dilawan sangat keras oleh Paulus dan Barnabas. Sebagaimana kita baca dalam suratnya kepada jemaat Galatia Rasul Paulus dengan tegas menolak sunat yang disyaratkan agama Yahudi sebagai sarana keselamatan (Gal 5:11, Gal 5:15, bdk Roma 2:28-29). Lantas Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain pergi ke Yerusalem menghadap pimpinan gereja Yerusalem yaitu para rasul yang berasal dari murid langsung Tuhan Yesus untuk mengutarakan permasalahan itu.

2. Pada awalnya mereka disambut hangat oleh para rasul dan penatua di gereja induk Yerusalem. Paulus dan Barnabas pun menceritakan segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka. Yaitu bahwa mereka pun dipakai oleh Allah menyatakan keselamatan dalam Kristus bagi semua orang beriman yang berasal dari bangsa-bangsa lain. Namun rupanya beberapa orang tokoh gereja Yerusalem, yang berasal dari golongan Farisi (kaum terpelajar dan saleh Yahudi) juga datang ke gereja induk Yerusalem itu dan menyatakan tegas pendapat mereka bahwa orang-orang bukan Yahudi memang harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa. Bila kita perhatikan surat-suratnya baik Roma, Galatia dan Filipi Paulus pastilah menentang hal itu mati-matian sebab itu sama saja dengan menghancurkan pokok pemberitaan Injilnya yaitu keselamatan hanya berdasarkan anugerah dan diterima oleh iman.

3. Rasul-rasul dan para penatua pun bersidang bersama. Dari sinilah muncul istilah sinode (sunhodos, sun = bersama-sama, hodos = melangkah). Sidang itu sebagaimana disaksikan penulis Kisah Rasul (sama dengan penulis Injil Lukas) sangat alot. Masing-masing pihak mempertahankan pendirian dan keyakinannya. Lantas Rasul Petrus sebagai pimpinan gereja berbicara dan menyatakan pendapatnya bahwa Allah juga menyatakan keselamatan dalam Yesus dan mengaruniakan Roh Kudus kepada bangsa-bangsa lain, sebab itu tidak baik jika gereja membebankan orang-orang yang bukan Yahudi sesuatu yang bukan beban mereka (baca: adat Yahudi). Paulus mengatakan: oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita, baik orang Yahudi dan orang non Yahudi yang beriman, beroleh keselamatan. Sidang menerima pendapat Petrus dan menerima pendirian Paulus dan Barnabas. Lantas kedua orang ini pun menceritakan perbuatan-perbuatan Allah melalui mereka kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi.

4. Namun Rasul Yakobus, yang tampaknya sangat berpengaruh dalam gereja itu menyatakan pendapat agak berbeda. Dia setuju keselamatan dalam Yesus hanya oleh anugerah dan bersifat universal sebab itu dia tidak memaksakan agar orang Kristen bukan Yahudi disunat. Namun Rasul Yakobus tetap menganggap agar gereja menghargai ketentuan agama dan adat yang digariskan hukum Musa antara lain: menjauhkan makanan yang sudah sempat dipersembahkan di kuil berhala (lihat 1 Kor 8 dan 10), percabulan, daging binatang yang mati dicekik (Imamat 17:12,13), dan dari darah (Kej 9:4, Im 3:4, Im 17:11-14). Kita tahu hal-hal ini adalah hal-hal yang sangat menjijikkan bagi orang yang berlatar belakang Yahudi. Maka sidang para Rasul dan penatua itupun memutuskan untuk mengutus dua orang terpandang yaitu Yudas Barsabas dan Silas untuk membawa surat penggembalaan dari sinode Yerusalem tersebut. (Dari surat ini juga kita tahu bahwa memaksakan sunat kepada orang Kristen non Yahudi rupanya bukan kebijakan resmi gereja induk di Yerusalem). Isi surat itu mengatakan sunat tidak dipaksakan, namun orang-orang Kristen non Yahudi tetap harus menjauhkan diri dari hal-hal yang dikemukakan oleh Rasul Yakobus itu.

5. Konflik antara orang Kristen Yahudi dan non Yahudi ini terjadi di banyak gereja yang dirintis Paulus. Itu bisa kita baca dengan jelas dalam surat Roma dan Galatia. Juga surat Filipi. Pendirian Paulus dalam hal ini juga sangat jelas dan tegas. Dia beranggapan bahwa kejahudian tidak lagi memiliki pengaruh bagi keselamatan. (lihat Filipi 3:4-6) Sebab keselamatan hanya ada dalam Yesus, oleh anugerah dan diterima dengan iman. Bersunat tak bersunat menjadi tak penting. Tak ada lagi makanan yang najis sebab semuanya telah dimurnikan oleh darah Kristus dan boleh dimakan dengan dengan ucapan syukur. Bagi yang ingin makan segala-galanya dipersilakan namun bagi yang ingin tetap memelihara pantangan silakan juga. Namun Rasul Paulus mengingatkan agar orang Kristen Yahudi agar jangan memaksakan kehendak dan jangan menghakimi yang bukan Yahudi. Sebaliknya orang Yunani jangan menghina orang Yahudi.

6. Sinode pertama Yerusalem ini memberi kita pelajaran sangat berharga. Pertama: perbedaan dan keragaman rupanya adalah kenyataan dalam gereja sejak awal. Perbedaan tafsir kekristenan bukan hanya ada pada jaman modern dan akhir-akhir ini saja melainkan sudah terjadi sejak awal. Perbedaan pendapat dan bahkan konflik sudah pernah terjadi di masa awal berdirinya gereja. Gereja sudah hetrogen sejak berdirinya sebab itu tidak perlu dipaksakan menjadi homogen. Sinode Yerusalem menginspirasi dan memotivasi kita sekarang menyikapi keragaman dan perbedaan pendapat di kalangan kita. Jika dulu pokok perdebatan dan pertengkarannya adalah sunat maka pada jaman sekarang bisa jadi soal bahasa, liturgi, konstitusi atau organisasi. Jika itu terjadi kita tidak perlu terkejut dan panik, melainkan harus bersikap tenang dan bijak.

7. Kedua: walaupun berbeda-beda dalam beberapa atau banyak hal, namun tentang satu hal kita harus bersatu, yaitu: keselamatan hanyalah anugerah Kristus dan diterima hanya oleh iman. Yesus adalah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat. Kita semua dipanggilnya untuk saling mengasihi dan menjauhkan diri segala kejahatan. Dalam hal mendasar dan menentukan ini gereja kita tidak mengenal perbedaan. Sebab itu tidak ada kompromi di sana. Namun soal-soal lain yang lebih dangkal dan sepele kita silakan saja berbeda-beda.

8. Ketiga: keragaman dan perbedaan pendapat harus disikapi dengan dialog atau percakapan. Bukan pemisahan dan pengasingan diri. Rasul Paulus berbeda pendapat dengan kalangan Yahudi sebab itu mereka mengadakan percakapan dan bahkan perdebatan. Sinode Yerusalem menginspirasi kita diskusi dan debat adalah bagian sah dari kekristenan sejak awal, sebab itu tidak perlu ditakutkan atau diharamkan. Percakapan dan perdebatan, yang dilakukan dengan jujur dan berani serta, dengan argument yang kuat dan dengan tekad mencari kehendak Tuhan, sangat membantu kita menemukan kebenaran sejati. Yang tidak boleh dilakukan oleh gereja adalah berkelahi dan melakukan kekerasan untuk memaksakan pendapat.

9. Keempat: keputusan sidang adalah mengikat. Kita boleh saja berbeda-beda pendapat namun sekali suatu keputusan diambil maka semua harus tunduk dan menaatinya. Sebab itu sebelum keputusan diambil ada baiknya semua orang memberanikan diri untuk berbicara dan mengutarakan pendapatnya. Jangan hanya diam lantas bersungut-sungut dan lari dari tanggungjawab sesudah keputusan diambil. Pelajaran apa lagi yang bisa kita petik dari Sinode Yerusalem ini?

disadur dari : http://rumametmet.com/2010/04/22/pelajaran-dari-sinode-yerusalem/

Rabu, 12 Januari 2011

Tips agar Panjang Umur di bumi


Oleh : Pdt. Agus Santoso,M.Th.

1.      Takut Akan Tuhan
Amsal  10:27
Takut akan TUHAN memperpanjang umur, tetapi tahun-tahun orang fasik diperpendek.
Amsal  3:16
 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.

2.      Melakukan Firman Tuhan
Ulangan 11:18-21
Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.  Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun;  engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu, supaya panjang umurmu dan umur anak-anakmu di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepada mereka, selama ada langit di atas bumi.

3.      Banyak Doa Pada Tuhan
Mazmur 91:15-16
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

  1. Taat dan Hormat kepada Orang Tua
Keluaran 20:12
Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
Efesus 6:1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu -- ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

  1. Hidup benar terhadap sesama
Mazmur 34:13-14
Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?  Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;
Mazmur 34:15
jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!
Amsal  28:16 Seorang pemimpin yang tidak mempunyai pengertian keras penindasannya, tetapi orang yang membenci laba yang tidak halal, memperpanjang umurnya.

Minggu, 05 Desember 2010

Sejarah singkat GKIN Air Hidup Surabaya

Gereja Kristen Injili Nusantara Jemaat Air Hidup di rintis di dukuh pakis Surabaya pada Februari 1977 oleh Ingatin Mendrofa  mahasiswa Sekolah Tinggi Alkitab Nusantara Malang. Saat itu mereka mengontrak sebuah rumah di dukuh pakis gang 1, dan memulai pelayanan. dalam waktu yang tidak lama, banyak orang dimenangkan dan percaya kepada Injil. Jumlah mereka terus bertambah, dan mulai membutuhkan tempat permanen untuk beribadah. pada tahun itu dibangunlah sebuah gedung gereja di dukuh pakis baru gang II/106.
Dalam berbagai pergumulan GKIN Air Hidup  terus mengembangkan pelayanannya, dengan visi memenangkan lebih banyak lagi jiwa-jiwa. dilanjutkan dengan misi menjadi berkat bagi banyak orang. saat ini, kami melayani jemaat dengan beberapa program pembinaan, antara lain:
1. Ibadah raya pada hari minggu  jam 06.30
2. Kelas Penyelidikan Alkitab  hari Rabu jam 19.00
3. Persekutuan keluarga Jumat Jam 19.00
4. melayani dalam kelompok sell, di bukit mas dan di Citra land

Untuk membina kaum muda di laksanakan, pelayanan persekutuan pemuda dan remaja pada hari sabtu jam 18.30, juga di buka kelas pengembangan diri yang dilayani dr. Djuharto S. Sutanto,S.H, M.Hum.

GKIN Air Hidup juga peduli  bagi pelayanan anak, ada Sekolah Minggu pada hari minggu jam 9.00 dan juga kami membuka Program Pengembangan Anak (PPA) yang membantu anak-anak dalam mengembangkan diri serta memperoleh masa depan dengan tujuan memberdayakan anak-anak agar kelak menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Pelayanan ini bermitra dengan Yayasan Compassion Indonesia.

Bukan hanya kesehatan rohani yang kami layani tetapi kami juga melayani kesehatan jasmani dengan membuka Balai Pengobatan di gereja, dengan dr. Djuharto S. Sutanto, S.H, M.Hum.sebagai direkturnya.Balai Pengobatan ini bergabung dengan PELKESI. 

Semuanya ini kami lakukan bukan dengan kekuatan kami, melainkan dengan kekuatan Tuhan, doakan pelayanan kami agar Tuhan selalu mengaruniakan keberhasilan dan kecukupan. Kami percaya Tuhan yang merencanakan maka Tuhan juga yang menyediakan. Amin.

Minggu, 12 September 2010

Petunjuk Penggunaan Easy Worship

Pengantar

Easyworship
[EW] adalah sebuah program penampil syair lagu untuk keperluan kebaktian. Ada tiga komponen yang paling penting dalam EW, yaitu syair [teks], gambar [image] dan video. Ketiganya disimpan di dalam database EW. Dengan memiliki database yang lengkap, maka tampilan EW dapat dibuat dengan mudah dan cepat karena cukup memilih dan mengurutkan syair lagu yang sudah tersimpan dalam database. Urut-urutan lagu ini disebut schedulle.
Keunikan EW yang lain adalah penggunaan sistem monitor ganda yang berbeda. Hal ini berbeda dengan Powerpoint. Ketika menggunakan powerpoint, kita akan melihat bahwa tampilan yang ada di layar komputer operator sama persis dengan tampilan layar proyeksi. Akan tetapi, di dalam EW, tampilan layar komputer operator berbeda dengan layar proyeksi. Layar komputer operator menampilkan berbagai control panel untuk mengatur tampilan, sementara layar proyeksi hanya menampilkan hasil dari pengaturan tampilan tersebut.
Antar Muka EW
Saat menggunakan EW, maka kita akan melihat tampilan layar sebagai berikut :





Toolbar: adalah alat-alat dasar yang dimiliki oleh EW. Berikut ini toolbar yang perlu diketahui oleh operator:
New: Untuk membuat schedulle baru
Open: Untuk membuka dokumen schedulle yang sudah dibuat
Save: Untuk menyimpan schedule
New Song: Membuat lirik/syair baru
Edit Song: Mengubah lirik/syair yang sudah dibuat.
Schedulle: adalah urut-urutan lagu yang akan ditampilkan
Preview: Jika Anda mengklik salah satu lagu pada schedulle, maka lagu tersebut akan ditampilkan pada layar pratayang [preview] di bagian tengah. Ada dua bagian. Bagian atas menampilkan syair secara keseluruhan, biasanya terdiri dari beberapa bait dan refrein. Jika Anda mengeklik salah satu bait, maka akan ditampilkan pada layar di bawahnya, lengkap dengan backgroundnya.
Tombol tayang: Lagu yang ada di layar preview belum dapat dilihat di layar proyeksi. Supaya bisa dilihat oleh jemaat, maka Anda harus mengeklik tombol “Go Live.” Pada saat itu, isi syair tersebut akan ditampilkan pada layar tayang [Output View] yang ada di sebelah kanan.
Output View: adalah layar yang menampilkan syair lagu yang sedang dilihat oleh jemaat. Layar ini mirip sekali dengan Preview. Pada bagian atas, ditampilkan syair lagu secara keseleuruhan yang dibagi dalam beberapa bait dan refrein. Jika Anda mengeklik bait tertentu, maka hasilnya akan ditampilkan pada layar di bawahnya, lengkap dengan background. Berbeda dengan preview, pada layar output ini tampilan syair lagu dan backgroundnya akan dapat dilihat oleh jemaat.
Clear: Tombol untuk menyembunyikan syair lagu.
Black: Tombol untuk menampilkan layar hitam
Petunjuk untuk Operator
  1. Datanglah 30 menit sebelum ibadah dimulai karena Worship Leader ( WL) kadang harus mengajarkan lagu baru kepada jemaat.

  2. Hidupkan komputer

  3. Nyalakan LCD Proyektor

  4. Klik ikon EW yang ada di dekstop yang bertuliskan tanggal kebaktian hari itu. Misalnya “12 September 2010










  1. Setelah masuk pada program EW, klik schedulle yang ada di bagian teratas, lalu klik Go Live.

  2. Setelah itu, klik urut-urutan lagu, sesuai dengan lagu yang sedang dinyanyikan oleh jemaat.

  3. Jaga konsentrasi, jangan sampai ketinggalan mengklik syair yang seharusnya dinyanyikan oleh jemaat. Lebih baik sedikit mendahului jemaat, daripada ketinggalan. Contohnya: Saat musik masih memainkan intro, sebaiknya sudah ditampilkan bait pertama supaya jemaat segera tahu lagu apa yang akan dinyanyikan.

  4. Saat nyanyian jemaat menjelang baris terakhir, segeralah pindah ke bait atau refrein meskipun jemaat belum selesai menyanyikannya. Jangan khawatir, mereka sudah membaca dan masih mengingat syair terakhir.

  5. Perhatikan aba-aba dari WL. Kadang-kadang mereka mengajak jemaat mengulang lagi syair/bait tertentu. Ikuti saja aba-aba mereka. Biasanya ini dilakukan pada saat lagu persembahan.

  6. Saat musik sedang memainkan interlude, Anda dapat mengeklik “Clear” untuk menyembunyikan syair untuk sesaat.

  7. Saat khotbah, jika pengkhotbah tidak menampilkan poin-poin materi khotbah, klik tombol “black

  8. Jika pemusik tidak memainkan lagu atau terlambat datang, Anda perlu memutar lagu-lagu yang menghantarkan jemaat memasuki suasana kebaktian. Pakailah program Winamp. Saat memutar lagu, tidak perlu keluar dari EW, cukup dengan mengeklik tombol minimize.

























Selesai kebaktian, berikut urut-urutan yang perlu dilakukan:
    1. Mematikan proyektor LCD menggunakan remote controll

    2. Mematikan komputer dengan benar.

    3. Mematikan tombol power

    4. Mengunci lemari penyimpan komputer

    5. Mematikan tombol power LCD proyektor di samping mixer

    6. Ikut doa penutupan bersama petugas ibadah yang lain.

SELAMAT MELAYANI


















Coba nikmati fasilitas ini untuk pelayanan gereja anda:

  • Softwarenya bisa download gratis pakai Trail , Easy worship 2009 download di sini

  • Keygen nya download aja di link ini, tapi jangan pakai Download manager biasanya gagal. Untuk Keygennya bisa di ganti nama gereja anda nomor telepon agak panjang ya biar gak gagal buka serialnya.


Rabu, 30 Juni 2010

KERJASAMA GKIN - GKPB SERTA PENTAHBISAN KEPENDETAAN

Atas anugerah Tuhan yesus pada akhirnya dua lembaga gerejawi 
aras nasional telah menjalin hubungan yang harmonis secara riil antara 
Sinode Gereja Kristen Injili Nusantara (GKIN) dan Sinode Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) yang dilaksanakan pada tanggal
30 Juni 2010, dengan melaksanakan penandatanganan Memory of Understanding (MOU)secara bersama oleh Sinode GKIN, Pdt. Firman hartadi,S.Th, M.A (Ketua Umum GKIN), Pdt. Salmon Pah,S.Th,M.Div (Sekretaris Umum GKIN) dan Sinode GKPB, Bhisop Drs.I Wayan Sudira,M.M. (Ketua Sinode GKPB), Pdt. I Made Priana,M.Th. (Sekretaris umum GKPB). Peristiwa besar ini dilaksanakan di GKPB Jemaat Philadelphia Legian, di jalan Patimura Legian - kuta Bali, dan disaksikan oleh utusan pejabat dan pendeta dari kedua belah pihak serta jemaat dan undangan, di teguhkan lagi dalam kata sambutan oleh Pembimas Kriten Kementrian Agama Propinsi Bali. Dalam acara tersebut juga ditahbiskan kependetaan dari saudara Ev. I Nyoman Suwetha sebagai pendeta di lingkungan sinode GKIN, yang dalam rangka kerjasama GKIN dan GKPB maka saudara Pdt. I Nyoman Suwetha di tugaskan untuk melayani di GKPB Jemaat Philadelphia Legian Bali. Acara akbar ini berlangsung dengan sukacita dan meriah yang menggambarkan kegembiraan kedua lembaga untuk saling menghormati dan bekerjasama dalam rangka saling menopang dan membantu satu sama lain. Acara ibadah di atas di pimpin oleh Pdt. Adieli Halawa,S.Th, M.Th, dan penanda tanganan MOU di pandu oleh Pdt. Salmon Pah,S.Th,M.Div dan di akhiri dengan Doa berkat oleh Bhisop. 
Apabila ada yang dikomunikasikan mohon kirim email ke sinode GKIN 
ke Alamat Email : sinodegkin@gmail.com